MENGENAL OZON SEBAGAI PELINDUNG DARI UV

Mungkin kita pernah berpikir apakah Ozon itu baik atau Ozon itu buruk? Mari kita cari tahu lebih dalam mengenai Ozon, manfaat Ozon bagi bumi kita, bagaimana kondisi ozon saat ini.

Lapisan Ozon
Ozon adalah lapisan yang berfungsi sebagai mantel bumi untuk melindungi bumi beserta isinya dari sinar ultra violet secara langsung.

Ozon adalah gas yang secara alami terdapat di atmosfir, unsur kimia yang terkandung dalam partikel ozon adalah tiga buah oksigen (O3).  

Sedangkan keberadaan ozon sendiri di alam terdapat di dua wilayah atmosfer. 
  • Ozon di troposfer (sekitar 10 s/d 16 km dr permukaan bumi ) sayangnya kandungan pada lapisan ini hanya 10%. 
  • Sedangkan selebihnya berada di lapisan stratosfir (50km dr puncak troposfer) disini kandungan ozon mencapai 90%. Maka seringkali disebut lapisan ozon, karena memiliki kandungan 03 (ozon) yang paling banyak.
Ozon adalah salah satu gas yang membentuk atmosfer. Molekul oksigen (O2) yang dengannya kita bernafas sedikit sekali di atmosfer di mana kandungannya hanya 1/3.000.000 gas atmosfer.   

Pembentukan Ozon

pembentukan ozon
Pembentukan Ozon. Sumber gambar: ck-12.org
Ozon di muka bumi terbentuk oleh sinar ultraviolet yang menguraikan molekul O3 membentuk unsur oksigen. Unsur oksigen ini bergabung dengan molekul yang tidak terurai dan membentuk O3. Kadangkala unsur oksigen akan bergabung dengan N2 untuk membentuk nitrogen oksida; yang apabila bercampur dengan cahaya mampu membentuk ozon.
 
Sifat Ozon
Ozon mempunyai bau yang tajam, menusuk hidung. Ozon juga terbentuk pada kadar rendah dalam udara akibat arus listrik seperti kilat, dan oleh tenaga tinggi seperti radiasi eletromagnetik.

Manfaat Ozon
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ozon adalah pelindung bumi sebagai mantel bumi dari cahaya ultaviolet yang berbahaya. Selain itu ada manfaat lain yang dimiliki ozon diantaranya:
  • Ozon digunakan dalam bidang pengobatan untuk perawatan kulit terbakar.
Sedangkan dalam perindustrian, ozon digunakan untuk:
  • mengenyahkan kuman sebelum dibotolkan (antiseptik),
  • menghapuskan pencemaran dalam air (besi, arsen, hidrogen sulfida, nitrit, dan bahan organik kompleks yang dikenal sebagai warna),
  • membantu proses flokulasi (proses pengabungan molekul untuk membantu penapis menghilangkan besi dan arsenik),
  • mencuci, dan memutihkan kain (dipaten),
  • membantu mewarnakan plastik,
  • menentukan ketahanan getah
Bahan Perusak Ozon Paling Dominan:
  • CFC (Chlorofluorocaron) 
Bahan Perusak Ozon masuk ke Indonesia melalui impor, karena bahan ini diperlukan oleh industri baik untuk manufaktur AC/Refrigerasi dan Industri Busa, maupun untuk kegiatan servis produk (barang) yang menggunakan BPO. Umumnya penggunaan CFC dan HCFC sebagian untuk membantu daya semprot pada peralatan kosmetik seperti hairspray, semprot nyamuk, peralatan pemeliharaan otomotif, pembersih rumah, cat semprot dan alat kesehatan.

Selain itu CFC dan HCFC dipergunakan untuk membuat busa pelapis insulasi panas yang digunakan untuk menahan panas  agar tidak masuk kedalam lemari pendingin dan mencegah dingin tidak keluar dari peralatan pendingin. Penggunaan CFC dan HCFC pada pembuatan busa sol sepatu, tempat tidur, jok kursi dan stereoform pada wadah makanan. 

Pertanyaannya saat ini adalah, Bagaimanakah kondisi ozon saat ini?
Ozon saat ini sudah menipis. Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet matahari terutama UV-B yang mampu mencapai permukaan bumi”. Dari data dan pengamatan kondisi ozon di atmosfir  kondisi dari bulan Oktober 1980 sampai dengan Oktober 1991 kondisi  lubang pada lapisan ozon makin memprihatinkan dan makin membesar, hampir sebesar benua Australia. Kondisi  terbaru memang sudah lebih baik menurut data per – 9 September 2011 minimum 164 DU terletak di lokasi 76 derajat selatan dan 108 derajat sebelah barat dengan luas sekitar 18.12 million km2 dan kehilangan partikel ozon sebesar 8.14 megatron. 

Bagaimana Ozon Bisa Menipis dan Hancur?

Bahan kimia buatan manusia yang menghancurkan molekul ozon di lapisan ozon. Chlorofluorocarbons (CFC) adalah yang paling umum, tetapi ada zat lainnya, termasuk Halons, metil bromida, karbon tetraklorida, dan metil kloroform. CFC dulunya banyak digunakan karena harganya murah, tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan non-reaktif. Zat tersebut digunakan sebagai semprot kaleng-propelan, pendingin, dan banyak produk lainnya.
Setelah zat dilepaskan ke udara, CFC melayang ke stratosfer. Arus udara memindahkan zat tersebut ke arah kutub. Di musim dingin, CFC membeku dengan molekul asam nitrat dalam awan stratosfir kutub (PSC) (Gambar bawah). 
ozon
sumber gambar: ck-12.org

Pada musim semi, kehangatan matahari mulai bergerak ke udara, dan sinar ultraviolet dan CFC terpisah. Atom klor mengapung pergi dan menempel pada salah satu atom oksigen pada molekul ozon. Klorin menarik atom oksigen pergi, meninggalkan sebuah molekul O2, yang tidak memberikan perlindungan UV. Klorin kemudian melepaskan atom oksigen dan bergerak untuk menghancurkan molekul ozon lainnya. Satu molekul CFC dapat menghancurkan sebanyak 100.000 molekul ozon

Kerusakan ozon menciptakan lubang ozon di mana lapisan tipis yang berbahaya (Gambar bawah). 

lubang ozon
Lubang Ozon yang Sekitar Australia. sumber gambar: ck-12.org

Seperti udara bersirkulasi di atas Antartika pada musim semi, lubang ozon memperluas ke utara atas benua selatan, termasuk Australia, Selandia Baru, selatan Amerika Selatan, dan Afrika Selatan. Tingkat UV dapat meningkat sebanyak 20% di bawah lubang ozon. Lubang pertama kali diukur pada tahun 1981 ketika itu 2 juta km persegi (900.000 mil persegi). Lubang pada 2006 adalah yang terbesar yang pernah diamati sekitar 28 juta km persegi (11,4 juta mil persegi). Ukuran lubang ozon setiap tahun tergantung pada banyak faktor.
 
Efek terhadap kesehatan manusia dan lingkungan meliputi:
  • Peningkatan sunburns, katarak , dan kanker kulit. Hilangnya lapisan ozon untuk hanya 1% diperkirakan dapat meningkatkan kasus kanker kulit sebesar 5% sampai 6%.
  • Penurunan kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit menular.
  • Pengurangan hasil panen karena banyak tanaman yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. 
  • Penurunan produktivitas fitoplankton. Penurunan 6% sampai 12% telah diukur disekitar Antartika, yang setidaknya sebagian berkaitan dengan lubang ozon. 
  • Paus di Teluk California telah ditemukan memiliki sel-sel yang terbakar matahari di lapisan terendah kulit mereka, menunjukkan sunburns sangat parah. Masalah terbesar terjadi pada spesies berwarna terang atau spesies yang menghabiskan lebih banyak waktu di dekat permukaan laut.
Seperti yang dilansir pada situs kementrian kesehatan dijelaskan bahwa: 
Pada even diskusi dengan tema ozon dan kesehatan, Laksmi  Duarsa pakar kesehatan mengungkapkan dampak penipisan ozon akibat peri laku manusia yang mengakibatkan berbagai dampak kesehatan bagi manusia. WHO pada tahun 2007 sendiri mengumumkan  90% kanker kulit karena sinar matahari.

Sebelumnya Laksmi menjelaskan dampak positif dari sinar ultraviolet  antara lain sebagai penghangat, Pembentukan vitamin D untuk tulang, Membasmi & membunuh bakteri, Energi bagi tumbuhan, Menghilangkan depresi, oleh sebab itu disarankan untuk “sering” berjemur secara sehat di pagi hari selama 30 menit. Untuk mendapatkan vitamin D dan agar tak gampang terserang osteoporosis. Itupun disarankan hanya pada muka dan tanggan saja dan hanya dilakukan di pagi hari.

Dijelaskan pula cara pencegahan efek sinar ultraviolet sebagai berikut:

Cara Pencegahan langsung dampak Sinar Ultraviolet
Dibawah ini beberapa tips mencegar paparan langsung dari dampak negatif sinar Ultraviolet. Menghindari berjemur dibawah sinar matahari yang terik  pada jam 10 – 16 sore. 

Waspadai SUNBURN respon inflamasi kulit normal yang bersifat akut, lambat dan sementara setelah terjadinya  paparan oleh sinar UV. Ditandai dgn eritema pd kulit, jika berat dapat terbentuk vesikel, bula, terjadi edema & nyeri. 

Menggunakan baju yg mampu menangkal sinar UV (Bahan pakaian terdiri dari SPF 15 – 50 (Georgouras dkk. Aust J Dermatol1997;38(Suppl):S79-S82 yang aman bagi tubuh). 

Penggunaan Tabir Surya Topikal terbukti mampu menjadi induksi solar keratosis & KSS. Serta gunakan kacamata, topi dan payung pada puncak sinar matahari yaitu pada pukul 10.00 s/d 16.00.
Akibat lain yang dilansir media berita vivanews baru-baru ini menuliskan bahwa:
Rusaknya lapisan ozon di langit Kutub Utara sudah kian parah. Seperti yang telah terjadi di Kutub Selatan, baru kali inilah langit di Kutub Utara sudah membentuk "Lubang Ozon."
Demikian menurut penilaian tim peneliti, yang dihimpun stasiun berita BBC, 2 Oktober 2011. Mereka mengungkapkan bahwa 80 persen dari lapisan ozon yang berjarak 20 km dari permukaan tanah di Kutub Utara sudah hilang. 

Upaya Penanganan Kerusakan Ozon
Sebenarnya upaya sudah dilakukan oleh masyarakat Internasional misalnya dengan adanya Konvensi Wina  (Vienna Convention – 1985) yang membahas lebih rinci mengenai perlindungan lapisan ozon. Pertemuan ini sudah sampai pada pertemuan yang ke 9 atau yang dikenal dengan COP-9.

Pada tahun 1987, UNEP (United Nations Environment Programme) mengambil Protokol Montreal atas bahan yang mengurangi lapisan ozon. Protokol ini memperkenalkan serangkaian kapasitas, termasuk jadwal tindakan, mengawasi produksi dan pembebasan CFC ke alam sekitar. 

CFC tidak diproduksi lagi di negara maju sejak tahun 1995. Secara bertahap digantikan dengan HCFC (HidroChloroFluoroCarbon) yang lebih sedikit merusak lapisan ozon. Di Negara berkembang seperti Indonesia baru diterapkan tahun 2010.

Pemakaian HCFC ditargetkan berakhir hingga tahun 2016 di negara maju dan tahun 2020 di negara berkembang.

Untuk mencapai target, pemerintah Indonesia menghapus konsumsi HCFC secara bertahap pada Freeze, pada baseline level pada tahun 2013 dengan kriteria baseline : Rata-rata konsumsi 2009 dan 2010. Selanjutnya; 10 % pengurangan impor tahun 2015, 35% pengurangan impor tahun 2020, 67.5 % pengurangan impor tahun 2025, 97.5 % pengurangan impor tahun 2030.

Upaya penghapusan HCFC ini akan diimplementasikan secara bertahap mulai dari tahun 2013 sebagai masa pembekuan konsumsi, yaitu kembali kepada angka baseline rata-rata konsumsi tahun 2009 dengan 2010; kemudian pengurangan konsumsi HCFC sebesar 10% dari baseline pada tahun  2015, pengurangan konsumsi sebesar 35% konsumsi pada tahun 2020, pengurangan sebesar 67.5% pada tahun 2025 dan pengurangan sebesar 97.5% pada tahun 2030.
 
Lubang Ozon saat ini makin mengecil, seperti yang dilansir oleh viva.co.id bahwa:
Sebagai informasi, lubang ozon bukanlah benar-benar lubang, melainkan sebuah kawasan di atas kutub di mana lapisan ozon yang umumnya memiliki kandungan molekul O3 setebal sekitar 24 kilometer tergerus menjadi sangat tipis. Padahal, lapisan ini merupakan pelindung planet Bumi dari radiasi sinar Matahari.

Bukti-bukti bahwa lapisan ozon, khususnya di kawasan kutub selatan kembali menebal merupakan kabar gembira bagi kehidupan di dunia. Pasalnya, lapisan ozon mampu menyerap hingga 99 persen sinar ultraviolet frekuensi tinggi hingga Bumi bisa dihuni makhluk hidup.

Sebelum ini, ilmuwan pakar atmosfir menemukan bahwa jumlah CFC yang menyebabkan penipisan ozon di startosfir (salah satu lapisan di ketinggian antara 8 sampai 50 kilometer) di atas kutub utara, terus menurun.

Peneliti memperkirakan penurunan jumlah CFC berpotensi meningkatkan ketebalan lapisan ozon di kawasan itu. Namun selama ini peneliti belum bisa memastikannya. Salah satu alasannya, ketebalan lapisan ozon berfluktuasi secara dramatis dari musim ke musim. Sehingga besarnya lubang ozon sulit dilakukan.

(dhedi'sh/ Sumber : .gomuda.com)