ENAM FIKSI ILMIAH YANG JADI NYATA DI 2012


Manusia cyborg sudah jadi kenyataan. Teleportasi juga sudah. Apalagi..?

Fiksi sains memang kerap menggambarkan hal-hal yang tidak atau belum mungkin dilakukan dalam dunia nyata. Namun  beberapa hal yang dulunya fiksi kini sudah menjadi kenyataan.
Misalnya Arthur C Clarke, penulis sains fiksi asal Inggris, pernah mengirim surat ke majalah Wireless World pada 1945, yang merinci komunikasi satelit geostasioner semua jaringan. Idenya tersebut telah digunakan pada saat ini.
Di luar Clarke, masih ada penulis sains fiksi lain yaitu Isaac Asimov yang sering menulis tentang robot humanoid. Robot ini kini menjadi kenyataan dan menjadi objek penelitian laboratorium.
Nah sepanjang tahun 2012 ini, juga diwarnai sebuah penemuan teknologi yang sebelumnya telah muncul dalam film maupun novel sains fiksi. Berikut beberapa sains fiksi yang kemudian menjadi kenyataan dalam kehidupan:

Anggota Tubuh Bionik
Sebelumnya gambaran tubuh bionik muncul pada 1960. Istilah "cyborg" (cybernetic organism) dimunculkan oleh Manfred E Clynes dan Nathan S Kline dalam sebuah artikel yang keduanya tulis dalam jurnal Astronautics.
Sejak itu, anggota badan bionik telah menjadi kiasan dalam banyak potongan cerita fiksi. Tercatat muncul fiksi The Six Million Dollar Man dari tahun 1970-an, Borg of Star Trek dan bahkan Darth Vader, karakter sentral dalam  Star Wars.
Pada 2012 ini, untuk pertama kalinya, seorang wanita lumpuh mampu mengendalikan anggota tubuh robotnya. Adalah Claire Lomas, wanita yang lumpuh akibat sebuah kecelakaan berkuda pada 2007 yang mengakibatkan leher, tulang punggung dan tulang rusuknya patah. Tapi dengan sebuah bantuan tubuh bionik, ia mampu menjalankan lari maraton selama 16 hari.
Percobaan bionik pada primata juga sudah memungkinkan untuk membuat antarmuka otak komputer yang cukup efisien untuk merancang gerakan lebih realistis ke dalam anggota badan. Anggota badan bionik Lomas berbeda dengan bionik yang terdapat dalam kisah fiksi, karena masih terhubung melalui elektroda eksternal untuk tengkorak.

Teleportasi dan Komunikasi Kuantum
Dalam film Start Trek, terdapat sebuah teknologi yang disebut "teleportasi" yakni memindahkan suatu objek ke tempat lain melalui sebuah alat yang disebut transporter. Dengan alat ini, objek dapat dipindahkan ke sesuatu tempat tertentu dengan menghilangkan objek.
Kisah fiksi ini semakin menjadi nyata. Rekor baru untuk kejutan listrik foton (partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik) langsung dari satu tempat ke tempat lain telah terjadi pada tahun ini. Teleportasi kuantum telah dilakukan di laboratorium untuk beberapa waktu, meski jarak hanya dalam ukuran beberapa meter.
Pada November 2012, rekor terbaru teleportasi kuantum tercipta yaitu 89 mil atau 143 km.  Selain teleportasi, para ilmuwan juga membangun internet kuantum pertama. Meski penemuan ini masih awal, tapi teleportasi foton untuk jarak beberapa mil akan memungkinkan komunikasi yang aman, anti disadap.

Penyakit genetik dapat dicegah
Rekayasa genetika untuk manusia yang lebih baik merupakan topik yang muncul berulang-ulang sejak novel "Brave New World" karya Aldous Huxley yang terbit pada tahun 1931. Novel ini menceritakan antisipasi perkembangan teknologi reproduksi masa depan yang mengubah masyarakat.
Novel ini memicu film seperti "Gattaca" yang menyajikan rekayasa genetik pada anak-anak untuk memastikan sifat genetik terbaik yang dihasilkan orang tua dan novel "Beggars" di Spanyol yang mengeksplorasi implikasi dari perubahan genetik muncul secara luas.
Nah, pada 2012 ini, konsep untuk rekayasa genetik telah muncul tapi untuk mencegah suatu penyakit mitokondria. Sekitar satu dari 200 orang yang lahir diperkirakan menderita dengan gangguan di mitokondria, pusat energi sel. Untuk pertama kalinya para ilmuwan mampu mentransfer inti DNA dari satu sel telur manusia yang lain. Dua kelompok independen menemukan cara untuk transplantasi inti antara sel telur manusia, dan meninggalkan DNA mitokondria, yang diturunkan dari ibu ke anak.
Temuan ini berarti membuat gangguan mitokondria dapat disembuhkan sebelum anak lahir. Meski teknik-teknik tersebut tidak akan menyembuhkan penyakit seperti sindrom Down, yang melibatkan inti DNA tapi itu menunjukkan bahwa beberapa manipulasi genom manusia bukan hanya mungkin, tapi bisa terjadi.

Penerjemah Universal
Dalam sebuah drama fiksi sains, penerjemah universal tersaji dalam serial "Doctor Who" yang dirilis sejak 1963. Dalam drama ini terdapat sebuah instalansi bernama "Time and Relative Dimension in Space (Tardis), sebuah mesin waktu, yang menghasilkan sebuah medan yang memungkinkan para wisatawan untuk memahami bahasa mahluk asing tanpa membutuhkan bantuan kamus.
Konsep penerjemah universal ini juga termasuk dalam novel trilogi "Mars" karya Kim Stanley Robinson, salah satu penulis sains fiksi asal Amerika Serikat.  Konsep ini berhasil diwujudkan dengan munculnya aplikasi penerjemah berbasis suara, Jibbigo. Aplikasi penerjemah ini membutuhkan koneksi internet. Beberapa penerjemah universal yang muncul yaitu Klingon dan Comic-con.

Kacamata Canggih di kepala

Pembaca novel "Accelerando" dari Charles Stross tentu sangat antusias menantikan kehadiran Google Glasses, sebuah kacamata canggih augmented reality besutan Google. Dalam novel yang dirilis pada 5 Juli 2005 tersebut, digambarkan tokoh protagonis, Manfred MacX membawa data dan memorinya dalam sepasang kacamata yang terhubung ke internet.
Sementara Google yang merilis Google Glasses pada tahun ini memungkinkan penggunanya untuk mengakses data, internet dan memotret melalui kamera yang ada di kacamata tersebut.

Penerbangan Ruang Angkasa Swasta
Dalam banyak cerita fiksi ilmiah, banyak perjalanan ruang angkasa dilakukan pihak swasta. Misalnya dalam film sains fiksi terbaru besutan Ridley Scott, "Prometheus" yang dirilis 30 Mei 2012. Dalam film ini, Weyland Corporation mendanai sebuah ekspedisi untuk mengikuti peta bintang ke bulan LV-223.

Dan kenyataannya, sebuah perusahaan ruang angkasa swasta, SpaceX, yang dimiliki Elon Musk akan meluncurkan puluhan misi pertama yang direncanakan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Kapsul Dragon dirancang untuk memasok ISS, namun Musk, yang juga pendiri PayPal, juga tak puas dengan misi tersebut. Ia memiliki rencana besar, melakukan kolonisasi Mars. 
(@dhedi'sh / Sumber : teknologi.news.viva.co.id)